SIDAMULYANEWS - Pemerintah pusat memberikan kuota sertifikasi tanah untuk Kota Tasikmalaya sebanyak 50 ribu bidang tanah pada 2018. Kuota tersebut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 ribu bidang tanah.
Promo Spesial and Free Ongkir
Baca Juga
- Harga CCTV Terbaru dari Berbagai Merek! Pilihan Editor
- KUKM Banjar Hadirkan Aplikasi Simaskumambang Untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
- Kemarau Melanda, Polres Tasikmalaya Kota Lakukan Patroli Kemanusiaan Dengan Bagikan Air Bersih
- Pengrajin Mebel di Tasikmalaya Kebanjiran Order Terkait Tahun Ajaran Baru Siswa
- Jelang Ajaran Baru Sekolah, Penjahit di Tasikmalaya Kebanjiran Order
- 4 Faktor Tiap Hari Penderita Corona Masuk Dalam Perawatan Pasien Covid Hingga Detik Ini
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pun tengah berupaya menyadarkan masyarakat agar tertib administrasi dalam mengelola aset atau bidan tanah.
“Tahun lalu kita ditarget 10.000. Sekarang 50.000 jatah kita. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman usai melantik lima Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tasikmalaya, Jumat (28/9).
Budi menginginkan PPAT yang baru dilantik itu mampu mempercepat dan mempermudah proses sertifikasi bidang tanah.
Namun, tetap tidak boleh mengesampingkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Karena, bila bertindak ceroboh maka akan memunculkan masalah baru.
“Tertib administrasi dari awal menjadi hal yang sangat penting. Profesionalisme saat menjalankan tugas harus dijaga PPAT baru,” kata Budi.
Setelah ada pelantikan itu, jumlah pejabat urusan tanah di BPN Kota Tasikmalaya menjadi 58 orang. Mereka harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang ingin mengurus administrasi pertanahan.
“PPAT salah satu fungsinya yakni mempercepat pelayanan bagi masyarakat. Kalau jumlahnya sedikit tentu akan bertumpuk dan kurang prima juga pelayanan yang kami berikan,” kata Kepala Kantor BPN Kota Tasikmalaya Hehen Suhendar.
Artikel Terkait Lainnya :
“Tahun lalu kita ditarget 10.000. Sekarang 50.000 jatah kita. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman usai melantik lima Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tasikmalaya, Jumat (28/9).
Budi menginginkan PPAT yang baru dilantik itu mampu mempercepat dan mempermudah proses sertifikasi bidang tanah.
Namun, tetap tidak boleh mengesampingkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Karena, bila bertindak ceroboh maka akan memunculkan masalah baru.
“Tertib administrasi dari awal menjadi hal yang sangat penting. Profesionalisme saat menjalankan tugas harus dijaga PPAT baru,” kata Budi.
Setelah ada pelantikan itu, jumlah pejabat urusan tanah di BPN Kota Tasikmalaya menjadi 58 orang. Mereka harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang ingin mengurus administrasi pertanahan.
“PPAT salah satu fungsinya yakni mempercepat pelayanan bagi masyarakat. Kalau jumlahnya sedikit tentu akan bertumpuk dan kurang prima juga pelayanan yang kami berikan,” kata Kepala Kantor BPN Kota Tasikmalaya Hehen Suhendar.
0 Response to "Ini Alasan Pemkot Tasik Berikan Kuota Hingga 50 Ribu Sertifikasi Tanah"
Posting Komentar