SIDAMULYANEWS - Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang mampu mengubah hasil scan invoice menjadi teks. Inovasi ini menjadi solusi atas kasus manual input invoice.
Promo Spesial and Free Ongkir
Baca Juga
- Tujuan Sosialisasi Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) for School
- Siswa SMK TB Adakan Kegiatan Tata Cara Berdemokrasi
- Anggota MPR RI Ciamis, Berikan Materi Tentang Pilar Kebangsaan
- Sistem Zonasi PPDB Ciamis; Menuai Pro & Kontra ! Ini Tanggapan Warga Bayasari Ciamis
- Tahun Pelajaran 2019-2020: Berikut Hasil Lengkap PPDB Online Kota Banjar (Update)
- Prodi Teknik Informatika 2019 Bakal Hadir Di Unigal
- HP Smartphone Vivo S-Series Segera Hadir di Pasar Indonesia, Ini Bocoran Spek + Harga ...
- 7 Laptop Acer Terbaru di Bawah 4 Jutaan, Berikut Daftar Harga + Spek Lengkap
- HP Samsung Galaxy Note 10 Dirilis 7 Agustus 2019, Ini Bocoran Spesifikasinya
![]() |
Tiga mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Monday Morning Lover berjasil menciptakan aplikasi yang mengubah hasil scan invoice menjadi teks. FotosINDO |
Ketiga mahasiswa UGM Ini masing-masing Wiby Aqila Ramadhan, Yogi Agnia Dwi Sapitro, dan Tri Gariawan berhasil mengalahkan 322 kontestan dari berbagai universitas dan para praktisi dalam ajang yang diselenggarakan pada 26 April hingga 8 Mei 2018 silam itu.
“Di tahap awal para kontestan Sampoerna Finance Day diminta mencari solusi atas kasus manual input invoice. Kami mengusung solusi dengan menciptakan sebuah aplikasi yang mampu mengubah hasil scan invoice menjadi teks,” terang Wiby Aqila, Selasa (29/5/2018).
Aplikasi kreasi Wiby dan rekan-rekannya ini dinamai U-CIS (United Centralized Invoicing System). Dengan sistem ini, lamanya proses pendataan invoice bisa diatasi dengan mudah. Pada dasarnya, U-CIS menggunakan sistem Optical Character Recognition (OCR).
Baca juga : Peningkatan Kualitas Anak Remaja Melalui Kualitas Pendidikan
“Cara kerja U-CIS tergolong sederhana karena segala macam invoice dari mulai surat, nota, dan sebagainya dipindai secara manual melalui alat scan untuk selanjutnya akan diubah ke dalam bentuk teks,” terangnya.
Menurut Wiby, hasil dari pengubahan scan ke dalam format teks hingga saat ini memiliki tingkat error hanya 10% saja dengan keakuratan hingga 90%. Setelah diubah ke dalam bentuk teks, pekerja hanya tinggal memvalidasi hasil teks dari aplikasi dengan file aslinya sehingga pekerjaan akan lebih ringkas.
“Aplikasi U-CIS ini sangat membantu kerja pendataan invoice di berbagai perusahaan. Aplikasi ini menghemat waktu dan tenaga,” jelasnya.
0 Response to "Inilah Aplikasi U-CIS Yang diciptakan Oleh 3 Mahasiswa UGM"
Posting Komentar